Sentralisasi Fiskal: Pusat Berpesta, Daerah Merana. Apa yang Sebenarnya Terjadi? | Awalil Rizky
RAPBN 2027 menyimpan risiko sistemik yang jarang disorot ke publik. Apakah daerah sedang dipaksa menanggung beban utang dan defisit pemerintah pusat? Dalam analisis mendalam kali ini, Ekonom senior Awalil Rizky membongkar fakta mengejutkan di balik arsitektur fiskal pemerintahan baru. Mulai dari kebutuhan penarikan utang yang diproyeksikan menembus Rp1.796 triliun, beban cicilan yang mencekik, hingga kebijakan "Sentralisasi Fiskal" di mana alokasi krusial seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan DAK Fisik terjun bebas. Lebih mengejutkan lagi, kenaikan Dana Desa ternyata diiringi dengan skema pemotongan di awal untuk mendanai program-program strategis pusat. Bagaimana nasib daya beli masyarakat dan roda ekonomi di daerah jika ruang fiskal mereka terus dikebiri di tengah ancaman volatilitas ekonomi global? Simak pemaparan lengkap dan data faktualnya di episode kali ini. Dukung terus jurnalisme ekonomi dan investigasi kebijakan publik bersama Satu Visi Utama dan Visi Educare dengan cara Like, Share, dan Subscribe! Timestamps 00:00 - Peringatan Krisis: Daya Tahan Ekonomi Daerah Terancam Runtuh 01:13 - Sentralisasi Fiskal By Design di Arah Kebijakan Baru 01:54 - Defisit APBN Melebar & Target Pendapatan yang Terlalu Ambisius 04:08 - Realita Gali Lubang: Kebutuhan Utang Tembus Rp1.796 Triliun 06:36 - Beban Cicilan & Bunga Utang Negara Mencapai Rp1.570 Triliun 07:49 - Mengantisipasi Badai Likuiditas Global & Ancaman "Black September" 08:21 - Anggaran Daerah (TKD) Dikorbankan Demi Efisiensi Pusat 10:40 - Rincian Alokasi: Dana Bagi Hasil (DBH) Terjun Bebas 11:36 - 'Akal-akalan' Dana Desa: Angka Naik Tapi Ditahan untuk Cicilan Pusat 16:04 - DAK Fisik Dihapus Bertahap, Pembangunan Daerah Mandek? 21:18 - Kesimpulan Evaluasi RAPBN 2027: Daerah Dipaksa Memikul Beban 23:37 - Dampak Sistemik: Ancaman Gejolak Sosial & Pelemahan Daya Beli #SatuVisiUtama #RAPBN2027 #AwalilRizky #EkonomiIndonesia #UtangNegara #KebijakanFiskal #Makroekonomi #OtonomiDaerah #VisiEducare #AnalisisEkonomi Video ini merupakan pengolahan editorial dari diskusi publik yang diselenggarakan oleh FORUM INSAN CITA. Selengkapnya: • "RAPBN 2027 : Perspektif Ahli Ekonomi dan ... Satu Visi Utama memilih dan mengolah bagian tertentu untuk memperluas akses publik terhadap gagasan narasumber serta memberikan konteks dan analisis tambahan. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Welcome to Satu Visi Media Kanal Antikorupsi, Don't forget to Like, Subscribe and Share our channel to support our vision together! Please follow our Social Media : Instagram : https://www.instagram.com/satuvisiuta... Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSN3uYFuP/ Untuk info kerja sama dapat menghubungi : +62 851-4702-6180 visiintegritasmedia@gmail.com #visiintegritas #hanyasatukata #wikramautama

JIKA BI TUNDUK PADA POLITIK, RAKYAT MENANGGUNG RISIKONYA

Bukan TNI, Bukan Kopassus, Bukan Prabowo: Siapa yang Bikin Hercules Kebal Hukum?

🔴 Business Owners on Edge: 1000T Investment, and Fears of Mass Layoffs | #IntrigueRK

Sinyal Global Bond: Siklus Rebalancing Portopolio September berpotensi awal crash? |Yanuar Rizky

New BI Chief, Challenges in Stabilizing the Rupiah I F TO F

Kabinet Bayangan Bongkar Masalah Ekonomi Indonesia Dari Pajak Sampai Lapangan Kerja

Bhima Yudhistira (Celios): Ekonom "Kawan Tanding" Purbaya (Talk of LIFE - S2 E26)

MAHFUD MD: NU TIDAK BERPOLITIK, ARTINYA APA?

MAHFUD MD BICARA “SEBELUM 2029”, VIDEO BUDI ARIE–JOKOWI HINGGA RUU PERAMPASAN ASET

Punya BCA, Blibli Sampai Klub Bola—Kenapa Djarum Masih Beli Bakmi GM Rp2,4 Triliun?

Terbongkar Misteri di Balik Skenario Rusuh Demo 27 Agustus. Ada Apa Dengan Kawan Pati? | #SPEAKUP

Pemerintah Tak Percaya Lembaga Sendiri? Swasta pun Dipinggirkan! | Dr. Hendri Saparini

PANGKAS TEROS! Transfer ke Daerah RAPBN 2027 sebesar Rp735 Triliun #Asesmen281

Ironi Ketimpangan di Negeri yang Super Kaya | FILONOMICS

Kenapa Bakal Makin Banyak Orang Miskin di Indonesia?

Danantara as the New Mainstay, Can Indonesia's Economy Grow by 6%?

PERANG ISLAM - PUTBAL

Kemenkeu ambil alih 'utang' KCIC: Bukti buruknya tata kelola keuangan negara? #komentarberita

Prof. Bagus Muljadi: ORANG INDONESIA BERDEBAT CUMA BUAT SOK JAGOAN
