BERANI Belanja Cabai di Pasar Simpang Limun Medan Pakai Uang Palsu, Polisi Tangkap Warga Batu Bara
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Belanja Cabai di Pasar Simpang Limun Pakai Uang Palsu yang Dibeli Dari Facebook, Warga Batu Bara Ditangkap di Medan TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Seorang pria berinisial DA (35), warga Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, terpaksa meringkuk dibalik jeruji besi. Ia dijebloskan ke penjara karena nekat mengedarkan uang palsu pasar Simpang Limun, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota. Kapolsek Medan Kota, AKP Feriawan mengatakan, modus tersangka mengedarkan uang palsu yaitu membeli cabai ke pedagang di pasar. Namun aksinya ketahuan, dan ia diamankan massa, lalu diselamatkan personel Polsek Medan Kota agar tidak menjadi bulan-bulanan. "Dengan niat mungkin membelikan uang palsu tadi atau berbelanja. Jadi dia disitu berbelanja cabai, menggunakan uang pecahan Rp 50 ribu,"kata Kapolsek Medan Kota, AKP Feriawan, Rabu (2/9/2026). "Nah, pada saat transaksi itu, seorang ibu-ibu pedagang curiga, dia raba-raba itu dan dibilang uangnya palsu,"sambungnya. Setelah ketahuan, massa sesama pedagang dan masyarakat berkumpul. Namun Polisi yang sudah mendapat informasi langsung bergegas menuju lokasi agar tersangka tidak dihakimi massa. Saat digeledah, ditemukan uang palsu lainnya dengan pecahan Rp 50 ribu, sampai Rp 100 ribu, total keseluruhan Rp 1,6 juta. "Jadi jumlah seluruh Rp 1,6 juta. Disitulah para pedagang ini langsung menghubungi personel Polsek, kita amankanlah tersangka ini ke Polsek untuk pemeriksaan." Niat Melayat ke Medan Karena Kakak Meninggal dan Ingin Ringankan Beban Keluarga, Warga Batu Bara Belanja Cabai Pakai Uang Dibeli Dari Facebook Kapolsek Medan Kota, AKP Feriawan mengungkap kronologis DA (35), warga Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, ditangkap karena edarkan uang palsu di pasar Simpang Limun, Selasa (1/9/2026) kemarin. Beberapa hari sebelum tertangkap, tersangka sudah memesan uang palsu melalui media sosial Facebook sebesar Rp 200 ribu, dengan total uang palsu Rp 1,6 juta. Kemudian, pesanan sampai dan ia memang sempat ingin menggunakan, tapi masih ragu. Pada Selasa 1 September pagi kemarin, tersangka mendapat informasi kakaknya yang tinggal di Kota Medan, meninggal dunia. Lalu tersangka memesan tiket bus dari Kabupaten Batu Bara, ke Kota Medan menggunakan uang asli. Sepanjang perjalanan, ia memikirkan bagaimana caranya tidak datang ke rumah duka dengan tangan kosong. Sedangkan DA, tidak memiliki uang dan penghasilan sedang tidak ada. Tapi dari lubuk hatinya, ia ingin meringankan beban keluarga kakaknya dengan membawa buah tangan berupa kebutuhan pokok. Setibanya di pasar Simpang Limun, tersangka turun dari bus dan berbelanja. Ia membeli cabai, lalu membayarnya dengan uang pecahan Rp 50 ribu. Saat penjual menerima uang langsung diraba, dan diamati. Pedagang mulai curiga dan mengatike tersangka kalau uangnya palsu. Karena tersangka tak mengaku, dan enggan mengganti dengan uang asli, alhasil pedagang cabai memanggil para pedagang lainnya. "tersangka hendak melayat dari Kabupaten Batu Bara, ke Kota Medan karena kakaknya meninggal dunia,"ungkapnya. Reporter : Fredy Santoso Editor Video : chandra Bergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan: / @tribunmedantv Baca selengkapnya di www.tribun-medan.com #TribunMedan

Ahmad Khozinudin Ungkap Larangan Keras, Ormas Dilarang Alih Tugas Penegak Hukum | 1/9

'Shame on you!': Texans ANGRY at county for CUTTING polling sites, calling it 'voter suppression'

Eks Kapolda Metro Ungkap Detik-Detik Gus Dur Lengser: "Ibu Kota Mau Diserbu!" | Brigade Podcast

Bukan TNI, Bukan Kopassus, Bukan Prabowo: Siapa yang Bikin Hercules Kebal Hukum?

🔴 GRIB HERCULES Dibela Usai Dituding Dalang Kerusuhan, Nama Jokowi di Pengalihan 10.000 Kuota Haji?

U.S. Empire in Decline: Richard Wolff on Iran War, Rising Inequality, $40T National Debt & More

JANITOR vs THE BIGGEST GUY IN THE GYM. CHALLENGE Went Wrong

She’s 12. She Sings Aretha Franklin… Until Simon TELLS Her to Do It Acapella! 😳

Generative AI banned for some NYC Public Schools students
![[FULL] Rismon and Team Bring Up Jokowi’s Diploma Case and Roy Suryo’s Pretrial at Constitutional ...](https://i.ytimg.com/vi/mM4Jqz3nG-g/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLA2gbHeLHzdnsY8BMvef3qETTddRQ)
[FULL] Rismon and Team Bring Up Jokowi’s Diploma Case and Roy Suryo’s Pretrial at Constitutional ...

BELI MOBIL CASH, MOBIL TAK KUNJUNG DIBERIKAN BERBULAN-BULAN⁉️

DEBAT PANAS Khozinudin Vs Sekjen GRIB! Tugas TNI-Polri hingga Ormas Turun Tangan saat Demo Rusuh

MAHFUD MD BICARA “SEBELUM 2029”, VIDEO BUDI ARIE–JOKOWI HINGGA RUU PERAMPASAN ASET

Kompas Pagi East Indonesia News September 1, 2026

Global Bond Market IN CHAOS As Bessent DESPERATELY FLAILS

‘He’s got no idea’: Albanese’s cluelessness exposed in speech attacking One Nation

Terbongkar Misteri di Balik Skenario Rusuh Demo 27 Agustus. Ada Apa Dengan Kawan Pati? | #SPEAKUP

BUDIMAN SUDJATMIKO FIGHTS BACK. CHALLENGING THOSE WHO REJECT DIVERSITY
